Sabtu, 02 Agustus 2008

Pacific Dan Eropa Di Australia


Friday, 01 August 2008
HOBI: Taman khusus skateboarder banyak ditemukan di Sydney. Selain skateboard, olahraga berselancar sudah mendarah daging bagi warga Australia.


MELBOURNE adalah sebuah kota campuran yang terbentuk oleh budaya kapital. Ada bangunan Victorian dan ada juga bangunan modern. Sepertinya, budaya Eropa dan Amerika tercampur menjadi satu di sini. Eropa membawa budaya Victorian dalam bentuk bangunan dan sistem kemasyarakatan.

Victoria State Library, City Museum, Flinders Station, dll. banyak bangunan yang didesain oleh para arsitek dari Eropa. Sebagai contoh adalah gedung Parlement dan City Museum yang dibangun oleh Charles Pasley yang merupakan arsitek pendatang dari Inggris dengan ciri Victorian yang sangat kental.

Bangunan- bangunan baru pun banyak di sini. Lihat ACMI (galeri film), rumah-rumah makan di Fed Square, dll, menggunakan bangunanbangunan berjenis post-modern dan modern dengan menggunakan petunjuk digital di setiap sisi gedungnya. Bangunan baru seolah menjadi tanda bahwa kebudayaan yang berkembang di Australia bukan hanya budaya lama, tetapi juga budaya baru.

Sebagai salah satu negara yang berada dalam budaya Pacific, Australia banyak memiliki kesamaan dalam bidang perkembangan surf, skate, dan riders lainnya dengan Amerika. Selain itu, ciri khas Amerika dengan bar-bar dan party house juga berkembang di sini. Pada waktu weekend di hari Jumat, banyak sekali bar house buka hingga pagi.

Hampir semua tempat party merupakan garagepartyyang merupakan urban culturedari Amerika. Sebuah budaya Pacific yang berasal dari California kini bisa juga menyebar di Australia.Boardrider menjadi nama jualan bagi produkproduk Australia. Surfing cukup berkembang di Australia, walaupun hanya di kotakota tertentu saja,seperti Sydney.

Sedangkan skateboard, saya sendiri tidak bisa mengunjungi semua skateparkyang ada di Australia, karena jumlahnya sangat banyak. Berkebalikan dengan Melbourne, Sydney merupakan kota yang sangat kental dengan budaya Pasifik seperti layaknya California. Di sini para skateborder dan surfer mendapatkan fasilitas yang sangat baik.

Hal ini didukung oleh posisi pantai Sydney yang menjorok ke arah Pasifik,hingga mendapatkan ombak yang cukup besar. Bondi Beach adalah pantai yang terbesar di Sydney dan teramai di sana.Tepat di pinggir pantai,terdapat skatepark yang besar, dengan sebuah skatepark street style dan sebuah bowlyang berukuran besar dan sangat dalam.

Beberapa rider internasional pernah mencoba untuk bermain di sini,salah satunya Ryan Sechler ketika tur Australianya. Sore hari di sana,saya melihat beberapa skater sedang bermain. Tidak hanya anak muda, beberapa skater yang sudah berumur pun tampak bermain di sana.

Dalam permainan yang santai, mereka tampak bertukar trik. Saya melihat ada beberapa warga pendatang yang ikut bermain di sana, Rusia, India, Inggris, dll. Bowl merupakan skatepark yang paling banyak dilihat.(* )

Ke Amerika Sebelum Akhir Tahun


Saturday, 02 August 2008
SUDAH BULAT: Niat Sophia Latjuba pindah ke Amerika bersama suami Michael A Villareal serta kedua anaknya, Eva Celia dan Manuela Aziza, sudah bulat. Rencananya sebelum akhir 2008.


NIAT Sophia Latjuba, 38,untuk menetap di Amerika Serikat mengikuti suami Michael A Villareal agaknya sudah bulat. Rencananya, sebelum akhir tahun ini keinginan itu sudah bisa terlaksana.

Sofi,begitu ia biasa disapa, bakal mengajak serta seluruh anak-anaknya.Selain Manuela Aziza Filareal,juga Eva Celia Lesmana, putri dari pernikahannya dengan Indra Lesmana yang baru meretas karier. Apa tidak sayang? Menurut Sofi,keputusan untuk pindah sudah bulat.Bahkan,Sofi menceritakan,Eva sendiri sudah menginginkan tinggal di Negeri Paman Sam.

”Semua anak-anak dibawa. Semua keluarga sudah sepakat dan sudah mem-bicarakan semua ini,”kata Sofi.Wanita kelahiran Berlin Barat, 8 Agustus 1970,ini mengaku kepindahannya itu dilakukan karena dirinya gemar berpindah- pindah tempat tinggal.Di Indonesia,ia menetap selama 18 tahun lebih.Karena itu,Sofi ingin mendapatkan suasana baru.

”Saya sudah mendapat apa yang saya inginkan.Sebetulnya saya sudah ingin pindah ke Eropa sejak lama. Cuma waktunya belum pas.Tapi karena kami bersama keluarga, makanya kami pilih Amerika,” kata Sofi. Alasan lain, kepindahan yang dilakukan Sofi dan keluarganya karena ingin menemukan suasana baru dan menjalani pola hidup sehat. ”Banyak rencana yang sudah kami buat. Kami ingin sekolah lagi.Eva juga,dia ingin sekolah dan berkarier di sana,” katanya.

Rencananya mereka tinggal di Los Angeles.Cuma,Sofi masih menyembunyikan hal itu.”Kami memang sudah punya rumah di sana (Amerika),” tuturnya.Soal adaptasi, menurut Sofi,bukan perkara sulit. Demikian dengan Eva. Sejauh ini Sofi sudah menjelaskan kepada anak pertamanya itu dengan memberi banyak arahan, termasuk berusaha mengajak Eva untuk bisa lebih dewasa dan mandiri.

”Hidup ini harus mencoba. Saya sih belum tahu gambarannya.Tapi saya ingin kerja di sana. Saya juga belum tahu, apakah lebih baik atau tidak,” ujarnya.Waktu yang tinggal beberapa bulan ini dimanfaatkan Sofi untuk menyelesaikan pekerjaannya di dunia entertain.Menurut dia, masih banyak kontrak yang harus diselesaikan.

”Sekarang ini kami selesaikan kontrak yang ada. Kelarin kerjaan dulu, baru berangkat,” kata Sofi mantap.

Artis Dunia Gaya Hidup Serba Mewah


Lebih Mantap lewat Doll Domination
Saturday, 02 August 2008
CANTIK DAN SEKSI : Vokal grup The Pussycat Dolls dalam red carpet gelaran MTV Asia Awards (MAA) 2008 di Gentin, Malaysia, kemarin. Ini sekaligus jadi ajang promosi album terbaru mereka, Doll Domination.


Buktinya, kelompok yang beranggotakan lima gadis seksi dan cantik yang dulunya berprofesi sebagai dancer ini mendapat kepercayaan MTV Asia untuk membuka acara penghargaan musik tahunan MTV Asia Awards (MAA) 2008 yang berskala benua tersebut.

Menurut lead vocal Nicole Scherzinger,30,PCD memilik banyak penggemar fanatik di Asia.Penjualan album mereka pun cukup tinggi. Karena itu, Nicole mengaku ingin bisa terus mendatangi negaranegara Asia. ”Negara-negara di Asia jelas sangat menguntungkan dalam penjualan.Di sini kami sering bertemu dengan penggemar fanatik,” ujar kekasih pembalap Formula 1 Lewis Hamilton, 23, ini.

Salah satu showpaling mengesankan ketika mereka tampil di Filipina. ”Fans di ana sangat gila, dan saya sendiri punya darah Filipina.” papar pemilik nama lengkap Nicole Elikolani Prescovia Scherzinger ini. Menurut Nicole, orangorang Asia sangat hangat dan menyenangkan. ”Makanya, sangat menyenangkan ketika kami bisa kembali di panggung MTV Asia Awards, setelah empat tahun lalu berlangsung di Singapura.

Jujur saja, kami sangat tersanjung bisa diundang lagi untuk tahun ini,”katanya. Saat ini PCD memang kembali datang ke Asia dengan membawa karya baru yang disajikan dalam album ”Doll Domination”. Melalui tembang When I Grow Up, PCD berharap bisa kembali menghentak musik internasional. Utamanya setelah album pertama PCD sukses dengan lagu up beat Don’t Cha dan lagu balada Stickwitu.

”Doll Domination’ seperti album ’pertama’ kami, dengan peningkatan segi kualitas. Kami anggap album pertama karena kami mengerjakan semuanya sekuat tenaga. Kami menunjukkan dedikasi kami di sini, yang juga dibantu Timbaland sebagai eksekutif produser.Pada album ini kami punya genre musik yang bisa mengejutkan semua penggemar PCD,” kata Nicole.

Dari lima personel PCD, memang hanya Nicole yang ambil banyak bagian suara. Itu juga yang membuatnya percaya diri mengambil jalur solo dengan bantuan hit maker seperti will.i.am dan Timbaland. Beberapa hits sudah ia telurkan, seperti Whatever U Like dan Baby Love meski belum ada album studio resmi. Album Her Name Is Nicole rencananya dirilis pada 2009.

Toh, kemampuan lebih yang dimiliki Nicole ternyata didukung keempat personel lain.Mereka menghargai kemampuan Nicole,mempercayai wanita berkulit hitam manis itu menjadi produser dan penulis lagu di album PCD.

Menurut Nicole, apa yang dikaryakannya bersama PCD akan sangat berbeda dengan album solonya. ”Saya memang membantu memproduseri vokal teman-teman yang lain.Mereka berhasil hingga kami bisa tampil bagus di lagu When I Grow Up. Di sini saya juga sebagai produser dan penulis lagu untuk PCD.

Ada lagu yang saya tulis agak religius dan soulful.Tapi untuk album solo, saya punya lagu-lagu yang berbeda dengan genre lagu PCD di ’Doll Domination’,” katanya.(*)

Nama Besar Di balik Berlin Fashion Week


Saturday, 02 August 2008
MERCEDES AWARD : Desainer asal Jerman, Karl Lagerfeld, usai menerima trofi Mercedes Award di pergelaran Mercedes Benz Berlin Fashion Week berpose dengan model Claudia Schiffer.


DALAMsemalam,Berlin sukses menjadi pusat perhatian.Tidak sebanyak Paris ataupun New York,tapi cukup membuat namanya diperhitungkan di belantika mode dunia.

Ya, pelaksanaan Berlin Fashion Week Spring/Summer 2009 menjadi titik tolak perkembangan Jerman sebagai pusat mode.Para pelaku mode Berlin kini bisa mulai tersenyum bangga karena kerja kerasnya selama dua tahun ke belakang terbayar.Mereka tidak akan lagi dipandang sebelah mata, kendati baru beberapa kali mengadakan ajang fashion week. Kemajuan itu dibuktikan dengan adanya penganugerahan awardbagi insan mode, yakni Mercedes Award.

Penghargaan hasil kolaborasi dengan majalah mode Elle tersebut memberikan trofi pertama kali pada desainer Jerman yang telah melegenda, Karl Lagerfeld. Presentasi inaugural Elle Fashion Star Award (Mercedes Awards) tersebut sekaligus menjadi perayaan 20 tahun Elle Jerman pada perhelatan Mercedes-Benz Berlin Fashion Week.Karenanya,ajang tersebut sontak menjadikan Berlin layaknya Hollywood, tempat semua selebriti dan glitte- ratimode berkumpul.

Tak heran bila dalam acara tersebut,untuk pertama kalinya 20 perancang busana kenamaan dunia berbagi runway yang sama. Fashion show ini berlangsung eksklusif dengan kehadiran para seleb yang duduk di barisan depan, seperti halnya Annie Lennox, Claudia Schiffer, Boris Becker, Maria Furtwängler, dan Kim Cattrall.

Setelah menerima Mercedes Awarduntuk kategori Platinum, Lagerfeld yang juga direktur kreatif rumah mode Chanel mengharapkan Berlin Fashion Weekuntuk terus berkembang hingga bisa menjadi salah satu pergelaran penting dalam agenda mode internasional.“ Dengan begitu, Jerman bisa kembali menjadi kota mode berpengaruh seperti di era 20-an,sebelum Perang Dunia II berlangsung,” tutur Lagerfeld yang mengatakan dirinya kini tengah menyusun buku mengenai hal itu.

Selanjutnya Mercedes Awards untuk kategori Best Collection diraih Raf Simons. Desainer Belgia ini mendapatkan penghargaan berkat rancangannya yang inspiratif dan menjadi acuan banyak desainer lainnya.Adapun di kategori New Comer,Mercedes Awards dianugerahkan kepada duo desainer Tommaso Aquilano dan Roberto Rimondi yang kini menjadi nakhoda label 6267.

Penghargaan yang diterima keduanya sekaligus menjadi bukti bagi dunia internasional bahwa duo anak ajaib ini pantas memimpin rumah mode Gianfranco Ferre, sepeninggal Larrs Nilsson. “Kami sangat bangga dan berbahagia bisa menyelenggarakan penganugerahan Mercedes Awardsini.Acara ini menjadi agenda terpenting selama penyelenggaraan Berlin Fashion Week,”tutur Director Global Marketing Communications Mercedes-Benz Dr Kristina Hammer.

Mercedes Awards memang istimewa.Sekaligus menjadikan Berlin Fashion Week sebagai perhelatan spesial bagi pelaku mode Jerman. Namun, hal itu tidak akan terlaksana tanpa adanya campur tangan nama besar Mercedes- Benz yang menjadi penyelenggara acara Brand yang lekat dengan simbol kendaraan prestisius ini memang telah berkomitmen pada dunia mode selama lebih dari satu dekade.

Menjadikan dirinya lebih dari sekadar partner bagi penyelenggaraan pekan mode internasional. Pabrikan mobil premium ini pun sukses menghadirkan kota-kota mode baru, seperti halnya New York,Los Angeles, Berlin, Miami, serta Meksiko. Bahkan ketika tidak menjadi sponsor utama, Mercedes-Benz tetap ikut ambil bagian dengan mendukung pergelaran- pergelaran akbar yang dihelat di Milan, Stockholm, Amsterdam, serta beberapa kota lain di dunia.

“ O r a n g - orang sangat menyukai halhal yang bisa menghubungkan dengan gaya hidup mereka. Karena itu, kami bekerja keras mewujudkan Mercedes-Benz sebagai brand yang bisa mengakomodasi gaya hidup para konsumen, salah satunya fashion,”sebut Vice-President Brand Communications Mercedes-Benz Cars Dr Olaf Göttgens.

Brand Mercedes-Benz sendiri telah menjadi simbolisasi kemewahan bagi masyarakat Eropa.Hal itu tentu tidak terlepas dari hubungan erat yang terjalin antara Mercedes- Benz dan beberapa luxury labels, seperti halnya Armani, Chanel, Dior di bidang fashion, Tiffany untuk perhiasan, dan IWC bagi jam tangan.(nsa lesthia k)